Pesta Pora Selepas Ramadhan

Ramadhan tahun ini berakhir sudah. Diakhiri dengan riuh suara petasan yang mungkin sudah menggantikan suara Takbir. Diakhiri dengan kebahagiaan saat mudik. Diakhiri dengan mengunjungi Sanak saudara, tetangga, sahabat, teman dan musuh barangkali. Tak lupa mengunjungi makam untuk mendoakan siapa saja yang telah meninggal, agar mendapat jalan terbaik di sisi Allah.

Bulan Ramadhan sebenarnya merupakan bulan latihan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Latihan itu berakhir saat Idul Fitri. 1 syawal bukanlah hari kemenangan melainkan dimulainya pembuktian hasil latihan selama bulan Ramadhan. Jadi agak aneh ketika ada yang menyebut Idul Fitri sebagai hari kemenangan apalagi dirayakan sedemikian rupa dengan petasan, ada juga yang malah menyewa acara musik Dangdut. Lebaran macam apa yang coba ditunjukkan oleh sebagian penduduk bangsa ini. Atau mungkin mereka hanya memanfaatkan momentum lebaran untuk kepentingan hura-hura, pesta pora mereka. Sejak kapan kebudayaan ini dimulai?. Jika memang sebuah perayaan tidak ada kaitannya dengan bulan Ramadhan maka lebih baik ditinggalkan saja, kan begitu

One Response to “Pesta Pora Selepas Ramadhan”

  1. sprei murah Says:

    gan thanks really good and useful info, success is always yes!
    sprei

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: