Berkumpul Kembali di Hadapan-Nya

Pagi berganti siang, siang berganti malam. Begitulah siklus kehidupan di dunia ini. Kita lahir sebagai seorang bayi, yang dibesarkan oleh kedua orangtua kita. Ada juga yang dibesarkan oleh orang lain, mungkin karena sesuatu hal. Saat itu pula semua orang mungkin itu kakek, nenek, kakak, paman, bibi ataupun tetangga kita ikut menjadi saksi kehidupan kita.
Dalam kehidupan, kita memiliki orang orang yang sangat kita cintai dan merekapun mencintai kita setulus hati. Misalnya ayah, ibu, kakek nenek, atau siapapun dia. Kita tahu bahwa setiap detik perjalanan waktu kita adalah menuju kehidupan yang sesungguhnya-kita lebih mengenal sebagai kematian. Saat itu pula, satu persatu kita akan berpisah dengan orang orang yang sangat kita cintai. Mungkin kita sudah ditinggalkan oleh orang yang kita cintai tersebut. Kita tak kuasa menitikkan airmata ketika orang yang kita cintai tersebut pergi menghadap Allah SWT. Hingga yang tersisa adalah kerinduan abadi.
Sungguh sebuah hal yang sangat membahagiakan, jika suatu saat kelak, Allah masih mempertemukan kita dengan orang-orang yang kita cintai tersebut dalam kehidupan yang lebih baik di akhirat. Amin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: