Blogger Grobogan Apa Kabar ?

November 4, 2011

“Mas, alamat tokonya dimana?”, kata salah satu calon pembeli di yahoo mesenger. Lalu saya menjawab secara lengkap alamat saya. Kemudian sang calon pembeli bertanya lagi, “Purwodadi, Grobogan itu di mana sih mas?’. Duh, padahal sudah saya tulis lengkap tapi masih saja dia tidak tahu di mana lokasi saya. Akhirnya saya menjelaskan bahwa Purwodadi itu terletak di sebelah timur kota Semarang. Baru dia agak mulai mengerti.
Dari cerita diatas ada yang perlu saya garis bawahi, kemudian saya huruf tebal sekaligus saya CTRL+I . Bahwa ternyata Kabupaten Grobogan atau lebih dikenal dengan Purwodadi ternyata kurang terkenal di dunia maya.

Perlu saya ceritakan bahwa Kabupaten Grobogan adalah Kabupaten terluas ke dua di Jawa Tengah, tapi ini tidak membuat kabupaten besar ini dikenal di seluruh Indonesia. Ada banyak kerugian jika sebuah Kabupaten ternyata kurang dikenal oleh sebagian besar orang. Salah satunya adalah pada contoh di atas, saya jadi membutuhkan waktu lebih banyak untuk menjelaskan terlebih dahulu dimanakah alamat saya. Ini beda jika semua orang sudah tahu tentang Purwodadi, mungkin dia tidak akan menanyakan secara detail dimanakah kota tersebut.
Contoh lain di dunia nyata, ketika beberapa hari yang lalu saya mengikuti acara Kopdar 1000 Blogger Nusantara di Sidoarjo, saya bertemu seseorang dan saya menceritakan tentang Purwodadi. Menurut dia purwodadi itu memiliki obyek wisata Baturaden. Padahal Baturaden terletak di Purwokerto, Kabupaten Banyumas Nah..!!. Lalu saya mencoba meluruskan bahwa obyek wisata di Kabupaten Grobogan yang paling terkenal adalah Bledug Kuwu, sebuah fenomena alam yang mirip lumpur Lapindo tapi dengan skala lebih kecil. Selain itu ada juga Kesongo, berupa kawasan seluas 100 hektar yang terdiri dari padang savana, rawa dan letupan letupan lumpur yang sangat mempesona. Dan masih banyak lagi lokasi lain yang mempesona.  
Peran Blogger Grobogan
Lalu apa yang harus dilakukan agar Kabupaten Grobogan ini menjadi terkenal atau setidaknya tidak ada lagi orang yang bertanya,”Kabupaten Grobogan itu mana ya?”. Saya hanya akan mencoba menjawab berdasarkan kapasitas saya sebagai warga Kabupaten Grobogan yang kebetulan seorang Blogger. Sebenarnya sudah ada beberapa blogger yang dengan rajin menuliskan berbagai macam informasi tentang Grobogan, misalnya salah satu blogger senior dari Grobogan mas Arief S.W atau blog sebuah tempat di Grobogan yaitu CahNgroto.Net. Bahkan blog CahNgroto.Net tersebut mengusung Slogan Bareng Bergerak Bangun Grobogan”. Saya perlu menghaturkan salam hormat kepada beliau berdua yang dengan terus menulis tentang Grobogan, tanpa tendensi apapun kecuali mempopulerkan Purwodadi melalui dunia maya.
Saya sendiri juga punya sebuah cerita yang menarik berkaitan dengan aktivitas ngeblog selama ini. Saya pernah menulis tentang sebuah makanan di Purwodadi, bukan makanan khas sebenarnya. Makanan tersebut bernama Gethuk Lindri. Iya, gethuk lindri yang sering anda temui di berbagai wilayah di Jawa. Secara tidak sengaja saya menulis sebuah artikel tentang Gethuk Lindri Silahkan baca artikelnya di blog Infogrobogan.blogspot.com. Bukan artikel yang istimewa pada awalnya. Akan tetapi setahun kemudian, dari artikel tersebut saya dihubungi oleh pihak Trans7 yang menyatakan minatnya untuk meliput Toko pembuat Gethuk Lindri tersebut. Akhirnya diliputlah Toko makanan yang terletak di Jl.R Suprapto tersebut. Silahkan lihat tayangannya di bawah iniDan saat ini bukan hanya toko tersebut yang diliput oleh Laptop Si Unyil Trans7. Beberapa toko lain pun juga mendapat kesempatan untuk tampil di Trans7. Dari salah satu rekan blogger Purwodadi, sebenarnya ada banyak Blogger dari Grobogan yang sampai saat ini masih rajin update blognya, akan tetapi jarang yang saling berkomunikasi antar blogger tersebut. Hal tersebut karena memang tidak ada wadah atau forum yang mempersatukan para Blogger dari Grobogan. Jika ada semacam komunitas Blogger di Grobogan mungkin ketidakbersatuan tersebut bisa dirubah menjadi bersatu.Tentang pembentukan Komunitas Blogger tersebut, Mas Adi Wibowo bahkan sudah membuat Grup Blogger Grobogan di Facebook. Bagi Blogger dari Grobogan silahkan berkunjung ke fan page tersebut. Kemudian saya juga sering ngobrol melalui email dengan Mas Arief tentang pembentukan komunitas blogger Grobogan ini. Dari beliau saya mendapat banyak masukan tentang ide tersebut. Salah satunya adalah informasi tentang beberapa alamat blog para blogger dari Grobogan. Link blog tersebut saya pasang di blogroll di samping kanan. Namun tidak semua blog tersebut masih aktif. Tidak hanya blogger di Grobogan, Secara Nasional Memang benar peminat Blogger menurun sejak keberadaan sosial media, akan tetapi membludaknya peserta Kopdar 1000 Blogger Nusantara di SIdoarjo, sepertinya memberikan harapan bahwa Komunitas Blogger akan bertumbuh. Termasuk Para Blogger di Grobogan. Mudah-mudahan.Gambar dari : http://purwodadi.wordpress.com/category/grobogan/page/4/ 

Berburu Buku The History Of Java – Sir Thomas Stamford Raffles

November 3, 2011

Beberapa bulan yang lalu gara gara membaca Twit @AHMADDHANIPRAST tentang History Of Java karya Sir Stamford Raffles pada tahun 1817. Tiba tiba saya merasa penasaran dengan isi buku tersebut. Tertarik karena itu menyangkut tentang diri saya, Jawa. Bukankah History of Java itu artinya Sejarah Jawa. Berarti termasuk sejarah bangsa leluhur saya sebagai masyarakat Jawa. Maka mulailah saya browsing melalui google. Dengan berbagai kata kunci, mulai dari The History Of Java Raffles sampai jual buku the History Of Java. Di Amazon.Com tersedia versi bahasa Inggris, begitu juga di Facebook ada seorang teman yang menawarkan buku tersebut tapi dalam bahasa Inggris. Tapi tentu saja yang saya cari adalah buku The History Of Java yang sudah diterjemahkan oleh Penerbit Narasi. Selama beberapa hari melakukan browsing saya lebih sering menemui review atau ulasan tentang buku tersebut. Sebagian besar merupakan review positif. Dan konon buku tersebut adalah buku yang cukup lengkap mengulas tentang kehidupan orang jawa pada abad 17-18 Masehi.

Kemudian saya menemukan beberapa toko buku online yang menjual buku tersebut. Ada dua toko buku online yang menjual buku tersebut. Kemudian saya memilih salah satu yang lebih murah. Akhirnya saya transfer, tapi ternyata stok dari penerbitnya sendiri kosong. Lalu ke toko buku online yang kedua, juga mengalami kasus yang sama. Stok dari penerbit kosong juga. Saya juga mencoba menghubungi penerbit Narasi melalui email akan tetapi tidak ada respon. Yaah, mungkin memang benar stoknya sedang kosong.Akhirnya saya mencoba mencari di Perpustakaan daerah Kab.Grobogan di Jl, Jendral Sudirman, Purwodadi. Ternyata buku The History Of Java tersedia, akan tetapi tidak boleh dipinjam hanya bisa dibaca di ruang perpustakaan, ini karena buku tersebut termasuk buku referensi. Beberapa hari saya datang ke Perpustakaan tersebut untuk membaca. Namun karena agak jauh dari rumah saya, akhirnya saya hanya sempat membaca bagian-bagian awal buku tersebut.Sampai hari ini, saya belum berhasil membeli buku The History Of Java, bahkan di Gramedia juga tidak tersedia. Jadi barangkali ada yang memiliki informasi di mana tempat membeli buku karya Raffles tersebut silahkan menghubungi saya. terimakasih

Cek dari Amazon.com

November 2, 2011

Jika tanah Abang adalah toko grosir terbesar di Indonesia maka Amazon.Com adalah sebuah situs jual beli online terbesar di dunia. Amazon memiliki ribuan bahkan mungkin jutaan makelar di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Para makelar tersebut tergabung dalam http://affiliate-program.amazon.com. Makelar tersebut dibayar oleh Amazon dalam bentuk dollar amerika. Sistem pembayarannya menggunakan Cek Amazon, Voucher belanja amazon (Gift Card) atau Wire Transfer (Langsung Transfer ke Bank). Bagi makelar di Indonesia hanya ada dua cara untuk menerima pembayaran yaitu melalui Cek atau Gift Card. Sedangkan Wire Transfer hanya untuk Bank amerika Serikat.

Cek Amazon

Pada awalnya saya memilih pembayaran melalui Cek. Tapi masalah yang kemudian timbul adalah pada proses pengiriman cek. Mengapa pengiriman cek menjadi masalah. Sebentar, saya akan menceritakan proses sampainya uang dari amazon ke tangan anda. Di Affiliate Amazon, tugas dan pekerjaan anda adalah menjual produk dari amazon dengan menggunakan berbagai media yang ada di internet. Bisa blog, Youtube, twitter, facebook pokoknya apa saja yang ada di internet. Setiap ada produk yang laku anda akan mendapat komisi dari Amazon. Lalu komisi tersebut akan diakumulasi selama satu bulan. Setelah itu baru akan dikirimkan dua bulan setelah itu. Misalnya akhir bulan Oktober earning anda mencapai $100, maka earning tersebut baru akan dikirimkan pada akhir bulan Desember. Karena berbentuk cek, maka pembayaran anda akan dikirim secara langsung ke alamat anda, ini bisa memakan waktu kurang lebih 1 bulan. Mungkin akhir bulan januari, Cek anda baru sampai. Setelah anda menerima cek, maka anda harus mencairkan cek anda di Bank Lokal, misalnya BNI, BRI, CIMB NIaga (minimal sudah bergabung selama 6 bulan) dan Bank Mandiri. Saya tidak menyarankan ke BCA karena prosesnya terlalu sulit. Cek anda baru akan cair satu bulan kemudian, alis cair akhir bulan februari.
Jadi Gaji bulan Oktober dibayar bulan Februari, empat bulan begitu kira-kira. Tapi itu sudah bagus menurut saya. Masalah lain yang seringkali timbul adalah Cek yang tidak sampai, cek tidak terkirim ke alamat selama berbulan bulan. Lalu apa yang harus dilakukan jika cek tidak terkirim selama 2 bulan. Saya biasanya menghubungi Contact Associates Customer Service.
Tapi terkadang menghubungi Contact center tidak serta merta menyelesaikan masalah. Anda akan diminta untuk mengkoreksi apakah alamat sudah benar lalu jika belum benar anda harus mengedit lagi. Setelah itu anda diminta menunggu satu bulan lagi, baru cek akan dikirimkan lagi. Meskipun dikirim lagi belum tentu juga cek akan tiba di alamat dengan selamat. Jadi sistem pembayaran menggunakan cek dari Amazon ini memang membutuhkan kesabaran untuk menunggu. Jadi mohon Amazon bisa memberikan alternatif pembayaran lain yang lebih cepat dan mudah.

Tapi mungkin ini hanya pengalaman saya yang tinggal di desa sehingga sulit dicari alamatnya.

Kopdar 1000 Blogger Nusantara 2011 di Sidoarjo, Jawa Timur (2)

November 1, 2011

Kemarin saya memang telah menulis tentang Kopdar 1000 Blogger Nusantara Bagian 1. Tapi barangkali sampai beberapa hari ke depan, postingan blog saya ini hanya akan berisi tentang betapa luar biasanya acara yang bernama Kopdar 1000 Blogger Nusantara. Tepuk tangan buat panitia yang sukses menggelar acara tersebut. Para Sponsor. Dan Para peserta. Ada banyak hal mengapa saya katakan acara tersebut luar biasa.. Antara lain, dari nama acaranya. Saat pertama kali membaca nama acara tersebut, terus terang saya ragu, benarkah akan hadir 1000 blogger. Karena berdasarkan pengalaman saya mengikuti berbagai acara tentang internet,hanya ada segelintir orang yang akan hadir. Jangankan 1000, 100 peserta saja sudah cukup bagus. Jadi ada 1000 blogger berkumpul itu sesuatu yang luar biasa, meski hanya sebuah nama acara.
Pada awalnya,jujur saya sendiri agak kurang berminat dengan acara kopdar 1000 Blogger ini. Kenapa tidak berminat?. Sesungguhnya saya adalah penganut ajaran blogger matre. Sementara dari web resmi bloggernusantara saya tidak menemukan kata kata seperti, Bagaimana memonetize sebuah blog, bagaimana menghasilkan uang dari blog, atau Bagaimana cara meningkatkan earning adsense dan lain lain. Ini bukan acara yang saya inginkan. Dan lagi para penyelenggara di acara tersebut bukanlah orang orang yang cukup terkenal di dunia maya (menurut saya). Jadi menurut saya, acara tersebut tidak menarik.
Dan saya harus berterimakasih kepada seorang teman baru, yang sebelumnya belum pernah saya kenal. Karena berkat kegigihannya akhirnya saya bisa menghadiri acara tersebut. Ya, akhirnya saya hadir ke Sidoarjo.


Blogger Idealis
Acara dimulai pada tanggal 28 oktober – 30 Oktober 2011 di Sun City Sidoarjo, Jawa Timur. Di hari pertama penyelenggaraan acara tersebut, saya belum menemukan apa yang saya cari. Baru ketika hari kedua saya menemukannya. Lalu apa yang saya cari sebenarnya?. Saya menemukan perbedaan antara blogger Matre dengan blogger yang ngeblog demi idealisme. Ada perbedaan mendasar di antara keduanya. Perbedaannya adalah blog/ website yang dibuat blogger matre sangat tergantung dengan pihak lain yaitu pemilik bisnis. Kami cenderung mengikuti keinginan Adsense, Amazon, clickbank dan lain-lain. Sementara Blogger idealis memanfaatkan blog untuk mengembangkan hobinya, menyalurkan idenya secara bebas. mereka mengelola blog sesuai keinginannya, tanpa pesanan pihak lain.
Tapi sepertinya hal ini pun kembali kepada individu masing-masing. Untuk memilih salah satu dari kedua tipe blogger di atas. Atau memilih kedua-duanya. Idealis dan Matre sepertinya lebih menarik😀.
Dari para pembicara di Kopdar Blogger Nusantara tersebut, saya mengerti bahwa ternyata blog tidak sekedar menulis sebuah artikel demi mendapatkan iklan dengan harga klik yang tinggi. Ngeblog juga tidak sekedar menghadirkan ribuan traffik. Pada kenyataannya, sebuah blog bisa kita manfaatkan untuk berbagai hal, misalnya kemanusiaan, kepentingan sosial, menyalurkan hobi, mencerdaskan masyarakat, juga mencari uang.

Blog tidak hanya Uang
Dalam menyampaikan materi, para Pembicara tersebut tidak hanya membicarakan tentang uang. Satu contoh adalah bagaimana mbak Valencia Meike Randa telah memanfaatkan blog http://bloodforlife.wordpress.com/ untuk kegiatan kemanusiaan yaitu donor darah. Inilah barangkali bagian paling mengharukan pada acara Kopdar 1000 Blogger Nusantara. Perlu diketahui bahwa Mbak Valencia Meike Randa adalah bintang iklan Google Chrome. Dan kisah anak yang membutuhkan darah adalah kisah nyata.
Atau bagaimana sebuah komunitas Blog berhasil “memaksa” sebuah pemerintah Kabupaten untuk menghentikan Pungli di wilayah kabupaten tersebut.
Kedua contoh diatas memberikan bukti nyata bahwa blog tidak hanya untuk mencari uang semata, melainkan bisa dimanfaatkan untuk berbagai tujuan positif.

Bagi peserta seperti saya, acara tersebut berjalan dengan sukses. Sukses menghadirkan suasana yang akrab dan menyenangkan baik ketika di Sun City ataupun di penginapan. Sukses menghadirkan pembicara yang menjadikan blog sebagai sesuatu yang utama dari hidup mereka. Memang benar tiga hari di Sidoarjo, tidak cukup untuk membuat kita tiba-tiba berhasil menjadi blogger yang sukses, atau blogger yang menginspirasi banyak orang. Akan tetapi acara kopdar tersebut, telah memberikan inspirasi bagi setiap blogger yang hadir di acara tersebut. Sebuah inspirasi dan motivasi bagi siapa saja yang ingin mengelola blog dengan lebih baik.
Jika seribu blogger yang hadir saat acara kopdar tersebut, bertekad untuk serius mengelola blognya. Maka di dunia maya akan tercipta 1000 warna baru yang mengulas tentang berbagai aspek kehidupan. Warna tersebut bisa berbagai hal misalnya:, sosial, olahraga, nasionalisme, gadget, budaya, religi, pertanian dan berbagai aspek kehidupan lainnya.

Bus Pati Purwodadi

October 31, 2011

Jam menunjukkan jam 22:00 saat bis Jaya Utama jurusan Surabaya-Semarang tiba di pertigaan menuju ke terminal Pati, Jawa Tengah. Saya bergegas turun dari bus, untuk melanjutkan perjalanan dari pati ke Purwodadi. Suasana Pati agak sepi, karena baru saja diguyur hujan. Saya sudah yakin bahwa memang tidak ada bus jurusan Pati-Purwodadi di jam 22:00 WIB. Maka hanya ada pilihan ojek atau menunggu sampai ada bus keesokan paginya.

Saat berjalan, tiba tiba ada suara sepeda motor mendekat. Dugaan saya benar, ternyata seorang Bapak yang berprofesi sebagai tukang ojek, menawarkan jasa kepada saya.”ojek mas?”, Kata sang bapak. Saya menjawab,”Ke Sukolilo berapa?”. “50 ribu mas”, kata beliau. Tapi bagi saya ongkos tersebut terlalu mahal, sebab sebagai perbandingan saya pernah naik ojek dari Kudus ke Grobogan ongkosnya 60 ribu rupiah. Maka saya berkesimpulan, seharusnya dari Pati ke Sukolilo tarifnya 25.000 atau 30000. Saya tawar 30000 ternyata beliau menolak. Saat sedang berjalan, ternyata saya melewati warung internet yang masih buka. Saya lalu bertanya ke Operator warnetnya, kira kira 1 jam berapa?. Ternyata ada paket sepuluh ribu rupiah untuk 6 jam. Akhirnya saya memutuskan untuk beristirahat di warnet sambil menunggu bus di pagi harinya.
Dari kernet bus Pati-Purwodadi saya tahu bahwa jadwal Bus Pati-Purwodadi sudah tidak beroperasi pada jam 17:00 WIB. Dan mulai lagi pada jam 03:00 WIB.

Kopdar 1000 Blogger Nusantara 2011 di Sidoarjo, Jawa Timur ( 1)

October 31, 2011

Kira kira dua minggu yang lalu saya menerima sms dari seseorang. Dia mengatakan bahwa dia adalah koordinator blogger wilayah Jawa Tengah I. Dengan sopan, dia mengundang saya untuk datang ke sebuah acara yang bernama Kopdar 1000 Blogger Nusantara 2011. Saat itu saya menjawab,”maaf mas, kemungkinan besar saya tidak bisa datang”. Jadi setelah itu saya lupakan peristiwa itu.
Tapi jam berganti jam, hari berganti hari, di suatu pagi tiba tiba hape berbunyi. Saya pikir itu adalah nomor calon pembeli produk saya, Ternyata tak sampai 1 menit dugaan saya ternyata salah. Nomor tersebut adalah nomor lain dari seseorang yang beberapa hari yang lalu menelpon saya. Sekali lagi dia mengajak saya untuk hadir. Saya menjawab, akan mempertimbangkan dalam waktu 1×24 jam. Dalam 1 x 24 jam tersebut, saya mencoba membuka alamat blog dia dan alamat bloggernusantara.com. Termasuk browsing di Google dengan kata kunci blogger nusantara ataupun acara kopdar seribu blogger. Dari berbagai informasi terutama dari Google, maka saya menyatakan bahwa acara Kopdar tersebut layak untuk didatangi. Selanjutnya, saya menghubungi sang penelpon tersebut, yang bernama Asmarie. Saya menyatakan akan datang di acara yang berlangsung di Sidoarjo dari tanggal 28-30 Oktober 2011.
Singkat cerita akhirnya kami ber-9 blogger dari Semarang berangkat menuju Jawa tomur. Sampai di Sidoarjo, pada tanggal 28 Oktober 2011 jam 06:00 WIB.
Saya tidak akan menceritakan detail setiap acara yang berlangsung di Sun City, Sidoarjo tempat berlangsungnya acara Kopdar Blogger Nusantara 2011 tersebut. Tapi saya akan menuliskan kesimpulan saya mengenai materi yang disampaikan terutama mengenai Blog.

Content Is King
Ya, Content is King. Isi adalah raja begitu kira kira artinya. Dan harus saya akui, di ruangan yang berisi sekitar 1000 orang blogger, untuk sejuta kalinya (mungkin) saya mendengar kalimat itu. Kalimat tersebut diucapkan oleh para pembicara misalnya, pemilik PennOlson.Com. Lalu di sesi berikutnya, ditegaskan lagi oleh Bapak Ivan Budianto. juga oleh Yansen Kamto dengan arti yang senada. Jika sudah demikian, timbul pertanyaan berikutnya, konten seperti apakah yang dimaksud oleh para pembicara tersebut. Konten yang dimaksud adalah konten yang bagus, menarik dan yang pasti unik (bukan kopi paste).
Jika kita kaitkan dengan kondisi Google Panda saat ini, maka artikel yang unik menjadi sangat relevan. Mengingat saat ini, konon Google Panda menerapkan review manual untuk semua artikel yang diindex olehnya. Jadi kita bisa membayangkan, setiap artikel yang kita tulis dibaca oleh robot dan pegawai Google. Hal ini persis seperti juri yang menilai dan membaca artikel, saat kita mengikuti lomba menulis. Maka sebuah artikel paling tidak harus menarik untuk dibaca.
Niche
Niche atau ceruk atau subyek yang spesifik. Kata ini juga sudah hampir dua juta kali saya baca dan saya dengar sejak tahun 2008 yang lalu. Melalui Kopdar di Sidoarjo, saya seperti diingatkan lagi tentang pentingnya memilih niche. Lalu apa maksudnya?. Begini, misalnya saat ini anda memiliki hobi untuk menulis sebuah blog yang berisi tentang olahraga. Akan lebih baik jika anda hanya menulis tentang salah satu jenis olah raga yang paling anda kuasai, misalnya tenis meja. Kemudian anda ulas olah raga tenis meja tersebut secara mendalam dan menarik. Lalu bagaimanakah jika masih merasa kesulitan saat memilih niche. Simak tulisan selanjutnya.

Passion
Passion atau sesuatu yang sangat kita sukai itu intinya. Passion begitu penting dalam proses blogging. Jika anda hadir di Sun City, Sidoarjo pada tanggal 28-30 Oktober 2011 tentu tahu profil dan proses perjuangan para blogger yang menjadi pembicara. Contohnya kambingetawa.org dia sangat menyukai segala sesuatu yang berkaitan dengan kambing etawa. Sehingga akhirnya dia merasa passionnya tersalurkan sekaligus menghasilkan uang.
Lalu bagaimanakah dengan SEO. SEO bisa dilakukan perlahan-lahan setelah ketiga hal mendasar tersebut kita lakukan.
Itulah kesimpulan saya mengenai materi tentang blog yang disajikan oleh para pembicara di acara Kopdar 1000 Blogger Nusantara 2011 di Sidoarjo, Jawa Timur. Hal penting dalam blogging adalah Content, Niche dan Passion

Kamu nggak tahu internet ya, NDESO !!

October 23, 2011

“Kamu nggak tahu internet ya, NDESO !!” Kata Tukul dengan mimik muka seperti merendahkan. Lalu ada juga kalimat, “Yang punya rumah ini artis, mukamu Ndeso!!”, Kata seseorang kepada Tukul. Anda pasti tahu, penggalan kata kata di atas?. Kira kira seperti itulah penggalan percakapan di iklan salah satu operator Telepon Seluler di Indonesia. Anda akan dikatakan ndeso ketika tidak tahu internet. Anda akan dikatakan ndeso ketika di restoran macam KFC lalu mengatakan “saya pesan es teh”. Anda akan dikatakan ndeso ketika mendengarkan Gamelan. Lhah kenapa bisa begitu?
Apakah maksud kata “Ndeso” sebenarnya?. Di Kamus Besar Bahasa Indonesia versi Online saya tidak menemukan arti kata tersebut. Tapi saya menemukan sebuah kata yang mungkin bermakna sama, yaitu Kampungan. Dalam KBBI tersebut, Kampungan berarti a 1 ki berkaitan dengan kebiasaan di kampung; terbelakang (belum modern); kolot; 2 ki tidak tahu sopan santun; tidak terdidik; kurang ajar. Oh ya anda bisa mendownload KBBI melalui link ini
Untuk sementara kita anggap kata Ndeso=Kampungan. Jadi di iklan operator tersebut kalimatnya menjadi “”Kamu nggak tahu internet ya, KAMPUNGAN !!”. Dan, “Yang punya rumah ini artis, mukamu Kampungan!!”. Dan menurut saya, maksud iklan tersebut adalah pada arti nomor 2 yaitu : tidak tahu sopan santun; tidak terdidik; kurang ajar. Tapi kalimat “mukamu ndeso”?. Bagaimana coba mengartikannya?

Saya sendiri kurang tahu sejak kapan kata “ndeso” selalu dikaitkan dengan sesuatu yang negatif. Padahal pada kenyataannya masyarakat desalah yang memiliki sikap sikap positif seperti andhap asor, tenggang rasa, suka menolong. Desa juga memiliki berbagai macam keindahan alam dan budaya yang tidak terdapat di kota. Sungai, hutan dan Sawah yang begitu luas dengan hamparan padi yang seringkali menjadi obyek fotografi orang orang kota. Anda bisa menonton tayangan tayangan dari Kompas TV tentang keindahan alam dan kebudayaan yang terdapat di berbagai desa di Indonesia.
Jika kita kembali ke iklan operator tersebut, kita bisa melihat dan mendengar dengan jelas bagaimana kata “ndeso” digunakan dengan maksud meremehkan atau bahkan mungkin “menghina” lawan bicara. Salah satu hasilnya, saat ini begitu mudah anak anak di desa bahkan menggunakan kata “ndeso” untuk membully lawan bicaranya.

Meskipun ada hal hal negatif tentang desa, tidak seharusnya mengkaitkan sesuatu yang “tidak terdidik”, kurang ajar dengan kata ndeso. Karena saat ini, pendidikan sudah merata termasuk di pedesaan.
Maka sudah tidak ada gunanya ndeso selalu di marjinalkan dan direndahkan. Apalagi sampai ditayangkan di televisi. Stop penggunaan kata “ndeso” untuk hal hal negatif.

Kesongo – Sebuah Fenomena Alam Grobogan yang Terlupakan

October 16, 2011

Kesongo, apa itu, opo kuwi? barangkali anda akan mengernyitkan dahi, atau mungkin langsung mencoba browsing di Google untuk mencari tahu apakah itu Kesongo. Memang benar, Kesongo bukanlah kata yang populer di dunia nyata maupun di dunia maya. Tapi kali ini saya akan melaporkan, ciee melaporkan. apa tidak ada bahasa lain. Baiklah, baiklah..Saya ulang ya, kali ini saya akan bercerita tentang perjalanan wisata saya menuju ke sebuah tempat bernama Kesongo atau Sumber Lumpur Kesongo.
Berawal dari sebuah diskusi dengan teman teman tentang Aksara Jawa, Kerajaan Medang Kamulan, Ajisoko dan Bledug Kuwu. Ada yang meyakini bahwa aksara Jawa diciptakan oleh Ajisoko. Tapi belum ada sumber valid mengenai hal ini, selain cerita rakyat. Tapi intinya, saya tak pernah menyangka bahwa ada sebuah tempat di area Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Blora yang mungkin terlupakan dari legenda Ajisoko tersebut. Dari rangkaian cerita Ajisoko ada lokasi selain Bledug Kuwu. Lokasi tersebut adalah Kesongo. Jeng jeng K E SO N G O.Cerita segera dimulai.

Kawasan Lumpur Kesongo memiliki luas 119,1 ha, yang terdiri dari 3 tipe habitat. Ketiga tipe tersebut adalah kawasan semburan lumpur, kawasan rawa dan kawasan padang rumput (savanna). Kawasan semburan lumpur merupakan kawasan yang dipenuhi oleh lumpur yang keluar dari perut bumi, pada daerah ini tidak ada vegetasi yang bisa hidup. goasentono.blogspot.com

Maka saya dan empat orang teman, pada 17 September 2011 mengadakan perjalanan ke Kesongo yang terletak di koordinat 7°9’20″S 111°15’13″E di Kecamatan Gabus, kabupaten Grobogan. Waktu menunjukkan pukul 10.30 WIB ketika kendaraan yang saya kendarai berbelok ke utara memasuki jalan di sebelah Terminal Sulursari, kemudian melewati Rel kereta api, kurang lebih 500m di perempatan kami berbelok ke kanan. Kondisi jalan tidak terlalu bagus. Kurang lebih 20 menit, kami tiba di kawasan Sumber Lumpur Kesongo.

Di bawah ini merupakan kawasan di sisi selatan Sumber Lumpur Kesongo. Ada sekawanan burung Bangau Tongtong yang sedang terbang.

>

Memasuki area sumber lumpur Kesongo, waktu menunjukkan jam 11.00 WIB, namun kondisi tidak terlalu panas, karena memang agak mendung. Kami disambut hamparan rumput Grinting (Cynodon dactylon)yang sangat luas. Sekawanan kerbau yang dibiarkan secara liar untuk mencari makan. Dan yang menarik, ada sekawanan burung Belibis yang sedang bergerombol, yang berhasil saya ambil gambar dari kejauhan. Hal ini sekaligus membuktikan tentang informasi yang saya dapatkan dari website Perhutani


.

Kawasan kesongo juga merupakan habitat beberapa jenis burung (aves) seperti Bangau tong-tong (leptotilos javanicus), manyar jambul (Ploccus manyar), belibis (Dendrocygna javanica), Belibis Batu (Dendrocygna javanica), Alap-alap capung (Microhierax frigillarius).

Kawasan rumput yang luas, burung belibis yang sedang terbang bergerombol adalah fenomena yang menarik. Lalu langkah kaki kami mulai memasuki fenomena yang tidak kalah eksotik, yakni kawasan kedua dari Kesongo yaitu Kawasan Semburan Lumpur. Saya agak merasa aneh ketika mendengar suara berdesis di sekitar saya. Ternyata suara tersebut berasal dari letupan lumpur yang keluar dari dalam tanah. Memang benar saya melihat sebuah tempat yang benar benar berbeda dengan kawasan sebelumnya. Tampak di kanan kiri saya, bekas bekas letupan lumpur yang mirip miniatur gunung berapi.
Jumlahnya tak bisa saya hitung. Dan yang luar biasa, letupan lumpur tersebut masih aktif, mulai dari yang kecil sampai yang agak besar. Sekilas memang mirip dengan fenomena lumpur di Bledug Kuwu. Yang membedakan letusannya memang tidak sebesar Bledug kuwu. Tapi justru inilah yang menarik,  letupan di Kesongo berpindah-pindah dari tempat satu ke tempat lain, sehingga meninggalkan banyak sekali bukit bukit kecil, seperti tampak pada gambar di bawah ini.

Gambar diatas merupakan aktivitas letupan lumpur yang terjadi di Kesongo. Menurut penduduk sekitar, biasanya juga ada ledakan besar yang disebut dengan Kurdo.

Sedangkan gambar di atas merupakan kawasan rawa, dimana terdapat rumput Mlingi, tempat minum sekawanan burung burung dan juga hewan ternak seperti kerbau.

Kami beristirahat sejenak di sebuah Gardu yang dipenuhi gambar Semar. Bagi saya, Kesongo memang merupakan sebuah tempat yang menarik untuk dikunjungi. Menarik dari segi cerita atau legenda, konon disitulah tempat Ajisoko menghukum Joko Linglung. Selain itu Kesongo merupakan sebuah kawasan ekologi yang juga menarik untuk diketahui dan dikunjungi.
Setelah beristirahat kami meninggalkan kawasan Kesongo. Sebuah tempat wisata di Kabupaten Grobogan yang selama ini terlupakan. Akses masuk yang cukup sulit mungkin menjadi penghambat mengapa jarang orang yang berkunjung ke tempat tersebut.
Sekian dari saya, jika ada kesalahan….memangnya ceramah apa? :)). Sampai jumpa di perjalanan wisata Grobogan lainnya. Jangan lupa lihat videonya di http://www.youtube.com/watch?v=fbrs-e_KtsY.

Tutorial Membuat akun email Gmail

October 16, 2011

Membuat akun Email Gmail Sangatlah mudah. Kali ini aku akan menuliskan tutorial bagaimana membuat akun Gmail. Gmail merupakan salah satu layanan email gratis milik Google yang memiliki banyak kelebihan dibanding layanan email lainnya. Salah satu kelebihannya adalah, kamu bisa mengirim sms melalui akun Gmail.
Tanpa basa basi, berikut langkah membuat email Gmail :
1. Langkah paling awal, siapkan koneksi internet, kemudian browser, saya sarankan untuk memakai Google Chrome, karena lebih enak dan cepat menurut saya
2. Silahkan ketik http://google.co.id. kemudian klik menu gmail pada bagian atas jendela google.


Lalu akan muncul tampilan dibawah ini :


3. Kemudian pilih tombol [buat akun] ( pada tulisan yang saya lingkari)
4. Setelah kamu mengklik tombol tersebut, akan muncul kolom-kolom yang harus kamu isi

a. Pada Kolom pertama silahkan isi nama awal kamu, misalnya : damar (huruf kecil)
b. Kolom kedua isi nama akhir kamu : wulan
c. Pada Nama Masuk-Log Yang Diinginkan : kamu bisa mencoba memasukkan secara langsung gabungan antara nama awal dan nama akhir kamu. Misalnya damarwulan atau damar.wulan. Setelah itu klik tombol “Cek ketersediaan”. Jika ternyata nama kamu tidak tersedia. Maka kamu bisa mengolah, menambahkan angka/ huruf atau mengganti nama. Dalam contoh saya menambahkan dengan kata “pwdd” jadi nama akunnya damarwulanpwdd
d. Kolom Buat Sandi : masukkan password minimal 8 huruf. Dalam contoh diatas paswodnya adalah : purwodadigrobogan, bisa juga PurwodadiGrobogan dll.
e. Masukkan kembali sandi: masukkan password yang sama.
*Dibawah kolom tersebut ada beberapa kolom yang harus dicontreng. Jika anda berada di warnet, maka lebih baik dihilangkan saja contrengnya

f. Pertanyaan keamanan : (berfungsi jika kamu lupa pasword kamu). Ada beberapa pilihan pertanyaan, kamu bisa memilih sendiri. Dalam contoh saya “memilih siapa nama sahabat kecil anda?”
g. Email pemulihan : fungsinya hampir sama dengan “pertanyaan keamanan”. Jika kamu memiliki email lain, bisa kamu masukkan, tapi jika tidak, silahkan dikosongi
h. Lokasi : cukup jelas
i. Tanggal lahir : cukup jelas
j. Verifikasi Kata: harus benar, jika kurang jelas kamu bisa klik gambar mirip kursi roda disamping kolom kosong.
k. Persyaratan Layanan : silahkan cek sekali lagi, jika sudah yakin benar, klik “saya menerima, buat akun saya
5. Selanjutnya akan muncul tampilan dibawah ini :

6. Kemudian anda cukup klik “Tunjukkan akun saya”, maka akan muncul tampilan di bawah ini :

a. Klik tombol Tulis Surat, Untuk memulai menulis
b. Kotak Masuk, untuk melihat surat-surat yang masuk
c. Klik judul surat, untuk membuka surat
d. Alamat email, pada contoh yaitu : damarwulanpwdd@gmail.com
e. Tombol Keluar : kamu harus klik tombol ini, jika ingin keluar dari gmail. Jangan langsung menutup browser.
8. Selamat kamu sudah memiliki alamat Gmail baru, jika ingin masuk lagi ke gmail kamu bisa langsung ketik http://gmail.com atau http://mail.google.com.

a. Nama Pengguna : Masukkan alamat gmail yang kamu buat tadi, misalnya : damarwulanpwdd@gmail.com
b. Sandi : masukkan sandi yang kamu buat tadi
c. Klik tombol Masuk

Catatan :
Ada kalanya Google membutuhkan verifikasi, dan kamu diminta memasukkan no hape, tidak perlu khawatir silahkan dimasukkan saja, nanti kamu akan mendapat sms dari google berisi nomor verifikasi. Tapi dalam contoh diatas tidak membutuhkan verifikasi via sms.

Bisa juga Download melalui http://www.4shared.com/document/hFU1qzQh/Langkah_cara_membuat_email_Gma.html?

Pesta Pora Selepas Ramadhan

September 6, 2011

Ramadhan tahun ini berakhir sudah. Diakhiri dengan riuh suara petasan yang mungkin sudah menggantikan suara Takbir. Diakhiri dengan kebahagiaan saat mudik. Diakhiri dengan mengunjungi Sanak saudara, tetangga, sahabat, teman dan musuh barangkali. Tak lupa mengunjungi makam untuk mendoakan siapa saja yang telah meninggal, agar mendapat jalan terbaik di sisi Allah.

Bulan Ramadhan sebenarnya merupakan bulan latihan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Latihan itu berakhir saat Idul Fitri. 1 syawal bukanlah hari kemenangan melainkan dimulainya pembuktian hasil latihan selama bulan Ramadhan. Jadi agak aneh ketika ada yang menyebut Idul Fitri sebagai hari kemenangan apalagi dirayakan sedemikian rupa dengan petasan, ada juga yang malah menyewa acara musik Dangdut. Lebaran macam apa yang coba ditunjukkan oleh sebagian penduduk bangsa ini. Atau mungkin mereka hanya memanfaatkan momentum lebaran untuk kepentingan hura-hura, pesta pora mereka. Sejak kapan kebudayaan ini dimulai?. Jika memang sebuah perayaan tidak ada kaitannya dengan bulan Ramadhan maka lebih baik ditinggalkan saja, kan begitu